Iqbaal Ramadhan jadi Minke di film Bumi Manusia

Actor pemeran Dilan yang fenomenal itu akan kembali hadir di layar lebar lewat film adaptasi novel karya sastrawan legendaries Pramoedya Ananta Tour, Bumi Manusia. Sang sutradara, Hanung Bramantyo ternyata mempunyai alasan tersendiri mengapa memilih Iqbaal untuk tokoh utama tersebut, ia mengatakan karena kesamaan usia antara Iqbaal dan Minke, yaitu 20 tahun. Pada novelnya penulis membicarakan tentang gejolak jiwa muda di tahun 1900-an yang cocok sekali diperankan Iqbaal.   Synopsis singkat film Bumi Manusia Novel ini menceritakan tokoh Minke yang juga tumbuh dewasa bersamaan dengan sejarah perjuangan Negara kita merebut kemerdekaan. Minke memang mewakili Indonesia muda pada masanya sehingga mendapuk actor yang juga masih berusia muda dirasa akan lebih mudah menghidupkan karakter tersebut. Tentu saja Minke juga mengalami gejolak yang terjadi sebagaimana remaja seumur Iqbaal. Minke sendiri pada novel tersebut digambarkan oleh Pram sebagai pemuda  Jawa yang cemerlang sehingga dapat bersekolah di HBS yang  umumnya hanya untuk siswa-siswa keturunan Eropa.   Dengan latar belakang era pemerintahan VOC, Minke adalah pemuda berpandangan terbuka dan kritis yang berani menentang siapa pun yang menyandera hak-hak bangsanya. Di sekolah kepandaian Minke pun menonjol ditambah lagi kepandaiannya dalam menulis yang membuat guru-guru Eropanya takjub. Inilah sebabnya siswa-siswa Eropa lain di sekolah HBS itu banyak yang tak suka kepadanya, walaupun tidak demikian dengan para siswinya. Sebagai orang Jawa, Minke juga merasa bahwa tradisi nenek moyangnya terlalu kolot dan menghalangi ruang gerak para pemuda seperti dirinya.   Selain mantan personel Coboy Junior itu, film Bumi Manusia juga dibintangi oleh sederet artis watak senior, seperti Donny Damara, pemain teater Ine Febriyanti, dan Ayu Laksmi. Tak ketinggalan aktris cantik Mawar Eva de Jongh yang berperan sebagai Annelies pada film ini. Untuk proses syuting film ini dimulai pada bulan Juli 2018 di Studio Alam Gamplong Yogyakara, Semarang, juga di Negara Belanda.   Pendapat Iqbaal tentang Minke Setelah sukses memerankan Dilan yang juga merupakan film adaptasi novel, kali ini ia berupaya menghidupkan karakter Minke dalam film Bumi Manusia. Bukan hal yang mudah, namun menurut Iqbaal pengalamannya menuntut ilmu di Amerika Serikat selama dua tahun membantunya untuk mendalami peran ini. Selama studi ia berusaha mengambil contoh-contoh yang baik dari masyarakat barat tanpa menghilangkan jati dirinya sebagai orang Indonesia.   Walaupun perannya juga cukup menantang tapi Iqbaal mengaku dirinya sangat bersemangat. Film bandar togel sgp ini menuntutnya untuk belajar bahasa Belanda dan Jawa yang dirasa cukup sulit mengingat Iqbaal adalah orang Sunda. Namun ia bertekad untuk mengerjakan “PR” tersebut sebaik-baiknya. Sebagai pemuda milenial uniknya Iqbaal justru merasa mempunyai kedekatan karakter dengan tokoh utama tersebut. Ia sendiri menginterpretasikan Minke sebagai sosok yang pemberani terutama dalam mempertahankan hak-nya, termasuk menentang budaya nenek moyangnya, dan ia juga sosok yang kharismatik lagi dewasa.   Selain belajar bahasa Jawa dan Belanda, agar lebih sempurna memerankan tokoh tersebut, Iqbaal juga dituntut untuk menumbuhkan kumis serta menaikkan berat badannya. Saat ini ia mengaku tengah mencari resep yang paling manjur untuk membuat kumisnya tumbuh subur. Tapi bila waktunya tak mencukupi ia berharap bisa mengandalkan make up yang terlihat realistis. Konon pada tahun 1900-an kumis pada anak muda bisa dibilang trend. Berkaitan dengan berat badannya Iqbaal menargetkan beratnya bisa mencapai hingga 70 kg, yang artinya kurang 10 kg.

Ulasan Film Deadpool 2

Si tukang sindir dan comel, Deadpool, akan segera menghiasi layar bioskop kesayangan anda meskipun bukan pahlawan super, malahan cenderung lebih sering disebut dengan anti hero, Deadpool ternyata mendadak digemari oleh pecinta superhero sejak film pertamanya yang dirilis pada tahun 2016. Sekarang, 20th Century Fox merilis sekuelnya yakni Deadpool 2. Di balik mulut besarnya serta kegemarannya bertindak sesuka hatinya tanpa memperdulikan hukum, ada sifat yang sembarangan dan juga konyol yang ternyata disukai sekali oleh para penonton. Itu dia yang masih dipertahankan oleh sutradara, David Leitch. Ia masih menyajikan Deadpool yang diperankan oleh Ryan Reynolds dengan dialog yang sangat renyah. Masih dengan Sentuhan Komedi Tidak berbeda dengan film pertamanya Deadpool, film Deadpool 2 ini pasalnya telah diwarnai dengan ragam komedi sejak menit-menit awalnya. Pengenalan karakter melalui credit title saja juga disertai dengan penjelasan yang kocak dan konyol. Belum lagi dengan aksi-aksi kocak dari Deadpool yang mana telah langsung mengocok perut judi online para penontonnya. Deadpool masih mengenakan kostum merah hitam (katanya merah supaya jika dirinya berjibaku dengan musuhnya dan berdarah-darah, ia tak harus repot-repot mencuci pakaiannya itu) dan bersenjatakan sepasang katana dan pistol. Deadpool kali ini tidak lagi memburu ‘dokter’ yang telah membuatnya buruk rupa. Musuh Deadpool di Deadpool 2 Klai ini Deadpool beraksi melawan Cable yang diperankan oleh Josh Brolin yang mana berusaha membunuh Russel atau yang dikenal dengan Firefist (Julian Dennisson). Walaupun masih ditemani oleh Dopinder (Karan Soni) juga (si sopir taksi yang hobinya curhat tentang perempuan yang ditaksirnya), Deadpool ternyata memiliki ‘kawan-kawan baru.’ Ia akhirnya membentu tim yang dinamakan X-Force yang beranggotakan Bedlam (Terry Crews), Domino (Zazie Beetz), Shatterstar (Lewis Tan), dan juga Zeitgeist (Bill Skarsgard). Maka dari itu, Deadpool 2 tidak lagi berpusat pada Wade Wilson dan juga bagaimana dirinya menjelma menjadi Deadpool. Di film ini bahkan lebih ditonjolkan pesan keluarganya. Hal ini juga dikonfirmasi langsung oleh Ryan Reynolds yang selain masih jadi pemeran utama dalam Deadpool 2, juga membantu menulis naskahnya dan jadi produsernya. Beberapa waktu yang lalu, dirinya seorang ayah. “Film pertama adalah soal kisah cinta ala film dari komiknya, dan kali ini merupakan film keluarga ala film namun dari komik juga.” Ungkap Reynolds dilansir dari CNN Indonesia. Pesan tersebut seakan ‘melembutkan’ film aksi dengan genre komedi dan berating R (Restricted) tersebut. itu juga membuat cerita dari Deadpool 2 lebih kuat dan berkarakter dan tidak hanya menjual komedi saja. Namun sayangnya, di awal film sempat juga ada transisi dari satu adegan ke adegan yang lainnya dan sayangnya kurang halus. Ini mengakibatkan adegan yang mana sebenarnya memiliki hubungan, terasanya ‘lompat’ begitu saja. Salah satunya adalah Deadpool yang berhadapan dengan Cable dan adegan kemudian pihdah ke tempat yang lainnya. Untungnya, itu Cuma di awal film saja dan tak terlalu mengganggu para penonton. Apalagi sang penulis naskah, Rhett Reese dan juga Paul Wernick berhasil menutupi kekurangan visual tersebut dengan dialog yang memikat hati penontonnya. Deadpool sendiri memiliki komedi dengan menyinggung film-fil dari MCU (Marvel Cinematic Universe) dan juga film-film X-Men. Salah satu contohnya ketika Deadpool mengejek Cable sebagai Thanos. Brolin yang mana memerankan Cable memang aktor yang memerankan Thanos dalam film Avengers: Infinity War. Menarik, bukan?