Tentang Pram yang Tak Banyak diketahui Netizen Indonesia

Seiring dengan adanya pengumuman pemeran film Bumi Manusia yang mana diangkat dari karya sastrawan Indonesia yang hebat, Pramoedya Ananta Toer, nama sang penulis sendiri lantas menjadi perbincangan netizen. Kehebohan netizen nampak mulai mencuat saat beredar sejumlah komentar yang mana menilai bahwa Pram adalah penulis baru dan ia ‘beruntung’ kalau Iqbaal mau memainkan salah satu karakter yang ada di buku tersebut. kemudian netizen yang lain, yang mungkin tahu lebih banyak tentang sastra Indonesia lantas menuliskan komentarnya di kolom komentar dan juga di timeline mereka sendiri. Ada yang menulis, “Sedih banget bacanya. ‘Cuma penulis baru terkenal kayanya’ hancur hancur “ ada juga yang menyindir orang yang menulis Pram adalah hanya seorang penulis baru dengan tweet, “Hehehe kadang kala kita harus tertawa saat menyaksikan ketidaktahuan.” Masih banyak komentar-komentar lainnya tentang Pram di dunia maya. Namun yang tidak kalah menghebohkan adalah saat Iqbaal Ramadhan, aktor pendatang baru yang sukses memerankan peran sebagai Dilan dalam film Dilan 1991, akan menjadi pemeran Minke. Tidak sedikit yang menganggap Iqbaal kurang pas jika menjadi sosok Minke. Namun ada juga netizen yang beranggapan tidak ada salahnya Iqbaal menjadi Minke selama ia bisa memerankannya dengan baik. Dan lebih mendalam lagi, ada yang beranggapan bahwa usia Iqbaal ini pas untuk memerankan sosok Minke mengingat Minke di dalam film itu adalah seorang laki-laki berumur kira-kira 17 atau 18 tahun. Sekilas Tentang Bumi Manusia Bumi Manusia sendiri adalah buku pertama dari Tetralogi Buru yang mana ditulis oleh Pram. Bumi Manusia ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1980 oleh Hasta Mitra. Buku ini pasalnya ditulis oleh Pram saat ia masih berada di tanah pengasingan di Pulau Buru bersama dengan ribuan tahanan politik bursa togel online yang lainnya karena ia dicap sebagai seorang Komunis. Bumi Manusia sendiri bercerita tentang Minke, salah satu anak asli Indonesia atau dulu disebut dengan pribumi yang bersekolah di HBS. Di masa itu, yang bisa masuk ke sekolah HBS itu hanyalah orang-orang keturunan Eropa. Akan tetapi, selain Minke, ada anak-anak pesohor di Indonesia dan keturunan Eropa juga pribumi yang sangat pandai. Minke di Bumi Manusia diceritakan sebagai orang yang piawai dalam menulis. Melihat kondisi di sekitarnya, kemudian Minke merasa tergerak untuk memperjuangkan nasib-nasib para pribumi lewat tulisannya yang menurut dirinya membuat suaranya tak akan pernah padam ditelan oleh angin. Bumi Manusia juga mulai masuk ke tahap produksi. Syutingnya sendiri akan dimulai pada bulan Juli mendatang. Lokasi syutingnya menurut Hanung akan mengambil latar 50% di studio yang letaknya di Desa Gamplong, Yogyakarta dan selebihnya ada yang di Semarang dan bahkan sampai di Belanda. Yang menjadi pembantu Hanung dalam menulis naskah adalah Salman Aristo. Sekilas Tentang Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer ini sendiri adalah sastrawan dan juga penulis yang sering dianggap sebagai salah satu penulis yang paling produktif dalam sejarang sastra Indonesia. ia juga sudah banyak menghasilkan lebih dari 50 buah karya dan juga diterjemahkan dalam bahasa asing bahkan lebih dari 41 bahasa. Pram sendiri lahir dengan nama asli Pramoedya Ananta Mastoer, tepatnya di Blora, 6 Februari 1925, saat mencengkeram colonial Belanda juga masih sangat kuat. Pram lahir sebagai anak sulung dari ayah dari seorang guru dan juga ibunya hanya seroang penjual nasi. Namun ia berhasil menjadi sastrawan paling berpengaruh sepanjang sejarah Indonesia.