Aturan di Dusun Karet, Pleret, Bantul Melarang Warga Non-Muslim Menetap

Cerita mengenai Slamet Jumiarto yang merupakan kepala keluarga yang ditolak untuk tinggal menetap di daerah Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.Slamet merupakan warga baru yang menyewa rumah kontrakan untuk dia tinggali bersama dengan anggota keluarganya.Akan tetapi, Slamet beserta seluruh anggota keluarganya didatangi warga setempat untuk meminta pindah dari rumah kontrakannya karena mempunyai agama yang berbeda.

Diusir Karena Berbeda Agama

Slamet Jumiarto beserta anggota keluarganya merupakan warga yang menganut agama non-muslim yang menyewa rumah kontrakan di Dusun Karet.Namun, ketika menempati rumah kontrakannya tersebut, Slamet dan anggota keluarganya diminta oleh warga setempat untuk meninggalkan rumah kontrakannya.Pengusiran Slamet beserta seluruh anggota keluarganya tersebut disebabkan perbedaan agama yang dianut olehnya.

Berdasarkan kasus tersebut, Slamet melakukan langkah untuk melaporkan kasusnya ke sekretaris gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.Menurutnya sebagai seorang seniman, aturan tersebut sangat diskriminatif sehingga perlu adanya pemerintah gubernur yang langsung menangani kasus. Hal ini dikarenakan dia merasa bahwa tidak seharusnya terdapat aturan yang mendiskriminasi agama lain untuk dilarang tinggal di daerah tertentu.

Terdapat Peraturan Dusun Yang Mengaturnya

Pengusiran Slamet Jumiarto beserta keluarganya oleh warga setempat didasarkan pada peraturan yang terdapat dalam Dusun Karet tersebut.Di dalam peraturan Bandar Casino Online yang dibentuk oleh masyarakat di Dusun Karet, warga yang mempunyai keyakinan agama selain Muslim dilarang tinggal di daerah tersebut.Hal ini karena menurut warga setempat, warga yang mempunyai agama yang berbeda dapat menimbulkan keresahan warganya.

Peraturan Dusun Karet menyatakan bahwa pendatang baru harus beragama Muslim dan tidak dapat menerima warga dengan keyakinan berbeda dibuat pada tanggal 19 Oktober 2015.Peraturan tersebut menyebutkan bahwa pendatang baru yang mempunyai agama Non-Islam ataupun menganut Aliran Kepercayaan tertentu dilarang untuk mendiami kawasan di Dusun Karet.

Aturan di Dusun Karet dibuat karena kejadian masa lalu

Adapun yang melatarbelakangi lahirnya peraturan desa tersebut adalah sebuah kenangan di masa lalu.Norman Afandi yang merupakan Kepala Desa Pleret menyatakan bahwa beberapa tahun sebelum aturan diciptakan, warga Dusun Karet pernah menerima warga dengan keyakinan yang berbeda.Akan tetapi, karena perilaku warga non-Muslim yang tinggal di Dusun dinilai buruk oleh warga, maka membuat warga lainnya juga ikut mendapatkan dampak buruknya.

Menurut penuturan Norman pada Selasa (2/4), menyatakan bahwa warga non-Islam yang dulu pernah tinggal di Dusun Karet ini kerap menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk pesta miras.Hal tersebut tentunya membuat beberapa warga ikut terdampak menjadi pemabuk.Kejadian pada saat itu membuat resah warga setempat sehingga kemudian terciptalah aturan yang melarang warga berkeyakinan selain Islam untuk tinggal di daerah Dusun Karet.

Pemerintah Desa PleretTidak Tahu Mengenai Aturan Tersebut

Sebelum terjadinya kasus Slamet Jumiarto yang melaporkan kasus tersebut ke sekretaris Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, NormaanAffandi selaku Kepala Desa di Dusun Karet mengaku tidak mengetahui adanya aturan tersebut. Menurutnya, tindakan Slamet yang langsung melaporkan kasusnya ke pemerintah Provinsi merupakan tindakan kurang tepat, karena membuat dia selaku Kepala Desa Pleret tidak tahu menahu terkait peraturan itu.

Selain itu, Norman juga mengemukakan bahwa peraturan yang dibuat untuk menjaga ketertiban dan keamanan tersebut merupakan aturan diskriminatif. Hal ini karena meskipun tujuannya untuk menjaga keamanan, peraturan dibuat dengan menyinggung masalah SARA  danmenggeneralisasi kelakuan buruk warga tertentu kepada seluruh umat agama lainnya. Norman juga menyayangkan mengenai aturan yang dibuat oleh warga Dusun Karet yang tidak diteruskan kepada pemerintah desa.Sehingga pemerintah desa tidak bisa mengontrol aturan yang berlaku, karena tidak dapat menindaklanjutinya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *