Museum Mulai Dilirik Sebagai Destinasi Wisata Oleh Anak Muda

Astari (26) ingin tahu dan berniat berkunjung secara langsung ke Museum Macan setelah melihat banyak foto-foto instalasi karya seni yang diunggah ke social media Instagram. Salah satu yang menjadi favoritnya adalah infinity room dan instalasi karya seniman asal Jepang, Yayoi Kusama bertajuk Brilliance of the Souls. Lebih jauh ia mengatakan karena penasaran setelah melihat di Instagram bahwa foto-foto dari Museum Macan ini sangat hits sekaligus ingin tahu lebih banyak tentang seni kontemporer. Menurut Astari seni instalasi adalah sesuatu yang keren.   Museum berkonsep modern dan kekinian Penyanyi bandar togel hongkong sekaligus aktris film Bunga Citra Lestari juga turut bergabung bersama para pengunjung pada pembukaan pameran Yayoi Kusama di Museum Macan. Menurut selebriti yang akrab disapa BCL itu Museum Macan sukses merancang konsep yang unik dan lain daripada yang lain sehingga anak-anak muda pun tertarik untuk berkunjung. Masih menurut BCL, yang menarik dari museum tersebut bukan hanya instalasi seni karya Yayoi Kusama yang dominan bermotif polkadot  tetapi juga ambience yang nyaman dari museum termasuk galerinya yang cukup luas.   Lebih lanjut BCL mengatakan bahwa museum tak lagi hanya sekedar menyaksikan karya seni tapi sekaligus menjadi tempat bersosialisasi dengan orang lain. BCL sendiri mengaku saat berada di luar negeri ia juga kerap berkunjung ke berbagai museum. Tapi karena di Jakarta sudah ada Museum Macan  sekarang ia sudah tak perlu lagi mengunjungi museum di mancanegara. Museum Macan saat ini memang menjadi destinasi wisata yang hits dan  BCL berharap bahwa masyarakat di luar Jakarta juga bisa hadir untuk menyaksikan museum tersebut.   Meskipun beberapa orang sudah menuntaskan keingintahuan mereka akan museum ini, tetapi tak sedikit pula masyarakat yang belum sempat hadir. Salah satunya adalah Inge (26) karyawan swasta yang asli dari Yogyakarta ini ingin berkunjung karena orang-orang mengatakan bahwa Museum Macan serupa dengan Jogart. Hanya bedanya yang dipamerkan juga termasuk koleksi pribadi. Satu hal lagi  yang membuat Inge semakin ingin tahu adalah spot-spot foto Instagramable yang pasti diburu mereka yang hobby berselfie. Apalagi ia juga mendengar bahwa tiket masuk Museum Macan harus dibooking jauh-jauh hari agar tak sampai kehabisan.   Secara umum Museum Macan berkonsep kontemporer dan modern yang seketika mengubah image museum yang biasanya kuno, membosankan, dan sebagai tempat belajar. Kemudian untuk masyarakat  awam, niat untuk berkunjung ke museum ini lebih karena ingin foto-foto dan diunggah ke social media.   Daftar museum dan art gallery di Jakarta yang bisa menjadi referensi Anda Selain Museum Macan inilah daftar berbagai art gallery serta museum yang juga layak untuk Anda kunjungi karena sangat Instagramable.

  1. Art: 1 New Museum – Museum ini menyimpan lebih dari 2500 karya seni dan pernah menyabet penghargaan sebagai The Best Gallery of the Year. Koleksi yang berfokus pada seni kontemporer ini juga menyimpan buah karya para seniman legendaries Indonesia.
  2. Galeri Indonesia Kaya – Inilah tempat yang tepat untuk mempelajari budaya Indonesia yang beragam.
  3. Biasa Artspace – Didirikan dengan tujuan awal mempertemukan seniman dari Bali  dan Jawa hingga padaperkembangannya menjadi tempat berinteraksi serta kolaboraasi antar seniman bahkan hingga mancanegara.
  4. Ruang Rupa – Inilah satu-satunya galeri yang memiliki radio, yaitu Ruru Radio yang merupakan stasiun radio seni kontemporer.
  5. Galeri Hadiprana – Pendiri galeri ini adalah Hendra Hadiprana yang sangat unik karena dinding-dindingnya merupakan tembok portable yang bisa dipindah-pindahkan.

Ulasan Film Deadpool 2

Si tukang sindir dan comel, Deadpool, akan segera menghiasi layar bioskop kesayangan anda meskipun bukan pahlawan super, malahan cenderung lebih sering disebut dengan anti hero, Deadpool ternyata mendadak digemari oleh pecinta superhero sejak film pertamanya yang dirilis pada tahun 2016. Sekarang, 20th Century Fox merilis sekuelnya yakni Deadpool 2. Di balik mulut besarnya serta kegemarannya bertindak sesuka hatinya tanpa memperdulikan hukum, ada sifat yang sembarangan dan juga konyol yang ternyata disukai sekali oleh para penonton. Itu dia yang masih dipertahankan oleh sutradara, David Leitch. Ia masih menyajikan Deadpool yang diperankan oleh Ryan Reynolds dengan dialog yang sangat renyah. Masih dengan Sentuhan Komedi Tidak berbeda dengan film pertamanya Deadpool, film Deadpool 2 ini pasalnya telah diwarnai dengan ragam komedi sejak menit-menit awalnya. Pengenalan karakter melalui credit title saja juga disertai dengan penjelasan yang kocak dan konyol. Belum lagi dengan aksi-aksi kocak dari Deadpool yang mana telah langsung mengocok perut judi online para penontonnya. Deadpool masih mengenakan kostum merah hitam (katanya merah supaya jika dirinya berjibaku dengan musuhnya dan berdarah-darah, ia tak harus repot-repot mencuci pakaiannya itu) dan bersenjatakan sepasang katana dan pistol. Deadpool kali ini tidak lagi memburu ‘dokter’ yang telah membuatnya buruk rupa. Musuh Deadpool di Deadpool 2 Klai ini Deadpool beraksi melawan Cable yang diperankan oleh Josh Brolin yang mana berusaha membunuh Russel atau yang dikenal dengan Firefist (Julian Dennisson). Walaupun masih ditemani oleh Dopinder (Karan Soni) juga (si sopir taksi yang hobinya curhat tentang perempuan yang ditaksirnya), Deadpool ternyata memiliki ‘kawan-kawan baru.’ Ia akhirnya membentu tim yang dinamakan X-Force yang beranggotakan Bedlam (Terry Crews), Domino (Zazie Beetz), Shatterstar (Lewis Tan), dan juga Zeitgeist (Bill Skarsgard). Maka dari itu, Deadpool 2 tidak lagi berpusat pada Wade Wilson dan juga bagaimana dirinya menjelma menjadi Deadpool. Di film ini bahkan lebih ditonjolkan pesan keluarganya. Hal ini juga dikonfirmasi langsung oleh Ryan Reynolds yang selain masih jadi pemeran utama dalam Deadpool 2, juga membantu menulis naskahnya dan jadi produsernya. Beberapa waktu yang lalu, dirinya seorang ayah. “Film pertama adalah soal kisah cinta ala film dari komiknya, dan kali ini merupakan film keluarga ala film namun dari komik juga.” Ungkap Reynolds dilansir dari CNN Indonesia. Pesan tersebut seakan ‘melembutkan’ film aksi dengan genre komedi dan berating R (Restricted) tersebut. itu juga membuat cerita dari Deadpool 2 lebih kuat dan berkarakter dan tidak hanya menjual komedi saja. Namun sayangnya, di awal film sempat juga ada transisi dari satu adegan ke adegan yang lainnya dan sayangnya kurang halus. Ini mengakibatkan adegan yang mana sebenarnya memiliki hubungan, terasanya ‘lompat’ begitu saja. Salah satunya adalah Deadpool yang berhadapan dengan Cable dan adegan kemudian pihdah ke tempat yang lainnya. Untungnya, itu Cuma di awal film saja dan tak terlalu mengganggu para penonton. Apalagi sang penulis naskah, Rhett Reese dan juga Paul Wernick berhasil menutupi kekurangan visual tersebut dengan dialog yang memikat hati penontonnya. Deadpool sendiri memiliki komedi dengan menyinggung film-fil dari MCU (Marvel Cinematic Universe) dan juga film-film X-Men. Salah satu contohnya ketika Deadpool mengejek Cable sebagai Thanos. Brolin yang mana memerankan Cable memang aktor yang memerankan Thanos dalam film Avengers: Infinity War. Menarik, bukan?